Seminar dan Tax Gatering Dari Milenial untuk Pajak yang Ideal

Jumat, 21 Februari 2020

Administrator

Universitas

Dibaca: 235 kali

Kaum milenial saat ini dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari yang diperkirakan, bahkan lebih besar dari gaji pegawai yang telah bekerja lama. Berkat kreativitasnya, dalam sebulan ada milenial yang dapat menghasilkan pendapatan lebih dari sepuluh juta dari usaha-usaha online dan UKM yang dijalankan. Tentunya sebagai warga negara Indonesia yang baik, kaum milenial pun perlu patuh terhadap kewajiban yang harus dilaksanakan.  Salah satunya adalah kewajiban membayar pajak sebagai sumber pendapatan negara.

Demikian sambutan Wakil Rektor Untag Semarang Dra. Giyah Yuliari MM saat membuka Seminar dan Gatering dengan tema DARI MILENIAL UNTUK PAJAK YANG IDEAL, Jumat 21 Februari 2020. Acara yang terselenggara atas kerja sama Untag Semarang dengan Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I, berlangsung di Graha Kebangsaan Kampus Bendan Duwur.

Lebih lanjut Ibu Giyah Yuliari menyatakan, selain dari Untag Semarang, dalam acara ini hadir juga perwakilan tax center Perguruan Tinggi se Jawa Tengah.  Melalui seminar ini akan diberikan pemahaman berbagai hal tentang peran dan fungsi perpajakan, ketentuan, pajak serta pemanfaatan pajak bagi pembangunan, khususnya bagi para milenial. Dirinya berharap setelah faham, tidak perlu lagi dipaksa-paksa tetapi dengan suka rela. Pihaknya juga mengapresiasi kepada para relawan pajak yang telah membantu pemerintah memperlancar pendapatan dari sektor pajak.

Sementara itu di sela-sela seminar, Dekan FEB Untag Semarang Dra. Nurcahayati SE MM Akt CA menjelaskan, pihaknya telah melengkapi fasilitas kampus dengan Tax Center.  Fasilitas ini menjadi sarana untuk sosialisasi tentang pajak, serta membantu penyusunan laporan SPT  bagi wajib pajak di lingkungan Untag Semarang.

Ketua Panitia Seminar dan Tax Center Rifki Alamsyah dalam sambutannya menjabarkan, kegiatan ini bertujuan memberikan wadah sarana diskusi bagi mahasiswa dengan pihak yang berpengalaman, membahas program kerja Tax Center masing-masing perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Kantor Wilayah DJP Jateng I. Harapan yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan pajak serta menambah keakraban civitas akademisi Tax Center.

Salah satu dosen pembimbing Tax Center Untag Semarang, Dra. Sri Suyati SE MM menambahkan, kegiatan berlangsung selama dua hari Jumat dan Sabtu 21-22 Februari 2020. Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan diskusi-diskusi, serta penyusunan program kerja Tax Center. Selain Untag Semarang, juga hadir perwakilan Tax Center dari UMK, Unissula, Udinus, dan perguruan tinggi lain di Jawa Tengah.

Seminar diisi pembicara dari DJP Jateng I, Fanny Cahya Kharisma dan Yopi Octavian Ady Jaya, dengan dipandu moderator dosen FEB Untag Semarang Dr. Suparjo MM. Kedua narasumber dalam paparannya menjelaskan, negara membutuhkan dana untuk memutar roda pemerintahan dan perekonomian. Sumber pembiayaan negara adalah : pinjaman luar negeri & dalam negeri, menjual sumber daya alam (SDA), dan pajak. Pajak menjadi satu-satunya sumber penerimaan negara bebas risiko serta dapat meningkatkan kemandiriaan bangsa. Data menunjukkan, pada tahun 2019 pajak memegang peranan 74% dari penerimaan negara, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kemakmuran negara seperti pembangunan dan perawatan jalan raya, kesehatan, pendidikan, belanja negara, serta pembelian alat utama sistem pertahanan keamanan (alutsista). Untuk itu partisipasi warga negara dalam membayar pajak perlu terus ditingkatkan.

Menjawab pertanyaan dari peserta seminar tentang pajak bisnis online, kedua nara sumber menjelaskan pajak yang dikenakan adalah sebesar 0,5 (setengah) persen dari pendapatan bruto per bulan. Hal ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2018 tentang pajak UMKM dengan omset penghasilan tidak lebih 4,8 milyar per tahun.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas