Tax Center FEB Untag Semarang Selenggarakan Edu-Tax

Pajak merupakan kontribusi wajib warga kepada pemerintah sebagai kontraprestasi tidak langsung untuk membiayai pengeluaran pemerintah guna kemakmuran rakyat. Dari 2014 sampai tahun 2017 persentase penerimaan perpajakan lebih besar dibandingkan penerimaan dari sektor sumber daya alam, yaitu berkisar antara 65 persen sampai dengan 75 persen. Sumber penerimaan pajak paling besar adalah Pajak Penghasilan (PPH), diikuti pajak lainnya seperti PPN, PBB, cukai, bea masuk, bea keluar dan pajak-pajak lainnya. Penggunaan pajak selain untuk belanja negara, juga dalam rangka pemerataan kesejahteraan, serta perwujudan IPOLEKSOSBUDHANKAM. Pajak dijadikan perwujudan distribusi pendapatan sehingga kesejahteraan dan pemerataan sosial dapat tercapai. Hal lainnya bahwa sebagai warga sipil, bentuk bela negara adalah dengan membayar pajak di era kemerdekaan.

Demikian poin-point penting yang disampaikan nara sumber / fasilitator acara, Yuthan Daru Nugroho (Kepala Seksi KBP I Kanwil DJP Jawa Tengah I) dan  Riza Kurniawan (Penelaah Keberatan Kanwil DJP Jawa Tengah I) pada acara Edu-Tax yang diselenggarakan Tax Center FEB Untag Semarang bekerja sama dengan Kanwil DJP Jawa Tengah I, Rabu 9-10-2019 di Ruang I Kampus Bendan Dhuwur. Kegiatan Edu-tax dihadiri 60 mahasiswa, terdiri pengurus tax center FEB Untag Semarang, serta perwakilan mahasiswa Fakultas di lingkungan Untag Semarang.

Ketua panitia sekaligus Ka Prodi Akuntansi, Dra. Caecilia Sri Haryanti SE MSi Ak CA dalam sambutan pembukaan menjelaskan, acara Edu-Tax ini bertujuan mengedukasi mahasiswa dalam pemahaman tentang perpajakan. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa lebih memahami masalah-masalah perpajakan dan membuka wawasan yang luas bagi mahasiswa khususnya pengurus Tax Center FEB UNTAG Semarang agar lebih kompeten dalam menangani masalah yang ada di tax center.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas